Selasa, 18 Maret 2008

2. Pengantar Studi Ilmu AlQuran


2.1Petunjuk HidupApakah petunjuk hidupmu? Quran kah? Sudahkan Anda memahami seluruh isi Quran sebagai petunjuk hidup? Jika saya masih menjadikan sesuatu yang saya tidak pahami sebagai pedoman hidup, maka semua itu adalah omong kosong. Mari kita telusuri seberapa paham kita terhadap Quran...Sudah lebih dari 1400 tahun sejak Muhammad meninggalkan AlQuran untuk umatnya dan menjanjikan benarnya hidup dengan AlQuran dan sunahnya. Banyak hal terjadi selama kurun waktu itu. Teks bisa terjaga keasliannya. Tapi Islam bukan saja ada di Arab. Banyak umat Islam yang tidak memahami bahasa Arab. Ketika AlQuran turun, kaum Quraish terpukau oleh keindahan bahasa AlQuran yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Jadi, bahasa AlQuran bukanlah bahasa keseharian yang lazim, ia adalah bahasa dengan nilai kesusasteraan tinggi. Anda bisa bayangkan perjalanan pemaknaan terhadap teks AlQuran.
Apakah saya hanya puas mendapatkan AlQuran yang telah dimaknai oleh ribuan generasi? Saya analogikan sebagai air, air yang saya dapat adalah air hilir yang telah banyak tercemar dalam perjalanannya dari hulu atau sumber air. Walaupun terlambat bagi saya, saya harus mempelajari AlQuran secara orisinil. Perangkat yang saya perlukan adalah bahasa. Bahasa AlQuran.

Orang Yahudi kok pintar-pintar ya?”Mungkin Anda pernah mendengar ‘selentingan’ , “Orang Yahudi kok pointar-pintar ya?”, banyak ilmuwan-ilmuwan dunia berasal dari bangsa ini, misalnya Albert Einstein (yahudi yang berkebangsaan Amerika), seorang penemu teori relativitas energi. Tidak perlu heran, karena selama berabad-abad lamanya, firman-firman Allah turun pada bangsa Yahudi. Pengetahuan membuat manusia menjadi berilmu, dan ilmu membuat manusia menjadi pandai. Faktor intelejensi hanya mempengaruhi seberapa cepat seseorang bisa memahami informasi yang ia terima.

Jika ada penelitian, seorang anak dari keturunan orang yang ber IQ tinggi, diletakkan di dalam lingkungan terisolasi, tanpa ada yang memberinya informasi dan tidak diajak berkomunikasi. Hasilnya, tidak peduli seberapa tinggi intelektual quotion-nya (IQ), anak itu tumbuh besar sebagai anak yang bodoh, tanpa kepandaian dan tanpa keterampilan.
Ratusan tahun lamanya Allah menurunkan ilmu sebagai petunjuk hidup kepada suatu kaum yang akhirnya berkembang menjadi bangsa yang besar. Kaum Tsamud dan kaum Ad adalah contoh kaum yang dengan ilmu dari Allah, mampu membuat peradaban-peradaban besar dunia. Piramida, obelisk, tembok cina, adalah contoh karya-karya besar sepanjang masa yang telah dibuat manusia ribuan tahun lalu.
Jika Anda menganggap masa lalu adalah masa di mana manusia belum mampu menciptakan apapun seperti masa sekarang, mungkin catatan sejarah mampu mengubah pandangan Anda. Tokoh nasional, Soekarno pernah berujar JASMERAH, jangan sekali-kali melupakan sejarah.

Lihatlah di sekeliling Anda, kemiskinan dan kebodohan ada di mana-mana. Lihatlah lebih jauh lagi, bahwa kita tidak sendiri, negara-negara miskin ada di mana-mana. Dan lihatlah lebih seksama lagi. Siapakah kita? Siapakah mereka yang senasib dengan kita? MUSLIM

Hampir seluruh penyandang kemiskinan dan kebodohan di dunia ini adalah orang Islam. Yaitu orang-orang yang telah diberi petunjuk hidup oleh Allah sang pembuat hidup. Silahkan Anda menangis...Tetapi, bukan tangisan yang Anda butuhkan saat ini. Tangisan hanya membuat perut semakin lapar dan otak semakin kosong. Semoga Anda sepakat dengan saya. Bahwa titik masalahnya adalah orang Islam tidak memahami petunjuk hidupnya sendiri, tidak memahami kitab agamanya sendiri. Logikanya, orang yang punya petunjuk hidup adalah orang yang menguasai kehidupan. Nyatanya, sebagian besar muslim adalah orang-orang yang tersingkir dari catur kekuasaan dunia. Quran bukan untuk alam kematian, Quran adalah pedoman hidup.

2.2 Sejarah AlQuran
Masa sejarah penulisan AlQuran sama dengan masa turunnya wahyu itu sendiri. Rasul selalu memerintahkan para sahabatnya untuk menuliskannya setiap kali wahyu turun. Namun, di jaman rasul, AlQuran belum berbentuk kitab seperti sekarang ini. Kalam-kalam Allah ini tersebar dalam helai-helai yang ditulis. Banyak sahabat yang menulis dan mengumpulkan setiap wahyu yang turun pada rasul. Kumpulan tulisan ini disebut mushaf. Ada mushaf Ali bin Abi Thalib, Ubay bin Ka’b dan Zaid bin Tsabit, Umar bin Khatab dan mushaf Abu Bakar. Banyak pula sahabat rasul yang hafal AlQuran (hafidz). Pada jaman kekhalifan Utsman bin Affan mushaf-mushaf ini dikumpulkan dan dari kesamaan mushaf-mushaf ini dilakukan penulisan ke dalam sebuah kitab.
Cara penulisan wahyu pada masa awal munculnya Islam adalah dengan mencatatnya di atas apa saja yang bisa ditorehkan tulisan. Di antaranya adalah:
• ‘Usub, jamak dari kata ‘Asib yang berarti pelepah korma.
• Likhaf, bentuk jamak dari kata ini adalah lakhfah yang berarti batu-batu yang tipis dan berwarna putih.
• Riqa’, bentuk jamaknya adalah ruq’ah, artinya lembaran-lembaran kuliy atau daun atau kertas.

Masa turunnya AlQuran
Masa turunnya AlQuran secara bertahap selama dua puluh tahun, dimulai tiga tahun setelah bi’tsah, akhir hayat Rasulullah saw. Sedangkan di dalam surat alBaqarah:185 dan surat alQadr:1 disebutkan bahwa AlQuran diturunkan pada malam bulan ramadhan, malam Qadr. Dari beberapa pendapat ahli hadits dan sejarawan tergambar garis besar bahwa AlQuran memiliki dua wujud, wujud lahiriah yang terjelma dalam bentuk lafazh-lafazh dan kalimat-kalimat, kedua adalah wujud batiniah yang tetap berada dalam posisinya. AlQuran dalam wujud batiniah dan aslinya menjelma dalam hati rasulullah saw secara utuh pada malam Qadr.

Tertundanya Turunnya Quran selama 3 tahunAwal turunnya wahyu risali pada tanggal 27 Rajab, 13 tahun sebelum hijrah (609 M). Namun turunnya Quran sebagai kitab samawi, pernah tertunda selama 3 tahun. Ketertundaan ini disebut Fathrah. Ketika berada dalam rentang waktu itu, rasulullah menjalankan dakwahnya secara diam-diam hingga ayat ini diturunkan, Maka sampaikanlah secara terang-terangan segala yang diperintahkan (kepadamu) (QS alHijr:94).

Pengumpulan dan Penyusunan AlQuranPengumpulan ini berlangsung selama beberapa tahun atas upaya beberapa orang dan berbagai kelompok. Sedangkan urutan, susunan dan jumlah ayat dalam setiap surah sudah dibakukan sejak jaman Rasulullah berdasarkan perintah Allah swt.
Pada saat itu bentuk tulisan alQuran tidak seperti sekarang ini. Tulisan AlQuran saat itu adalah tulisan tanpa harakat (sandang) atau dikenal dengan ‘tulisan Arab gundul’. Namun seiring dengan perkembangan Islam, makin banyak orang yang memeluk Islam, tidak hanya orang Arab (yang mengerti bahasa Arab), tapi juga orang-orang di luar Arab. Orang-orang bukan Arab yang tidak mengerti bahasa Arab, mereka sering salah membunyikan tulisan dalam alQuran karena tidak ada sandangan yang membedakan bunyi fonem (a,i,u) pada huruf-hurufnya. Untuk mempermudah orang melafalkan, mengeja dan mengucapkan tulisan dalam alQuran, maka tulisannya diberi harakat atau sandangan(a,i,u). Tentang penulisan AlQuran dibahas dalam subjudul sejarah AlQuran.

2.3 Sifat Studi AlQuranStudi AlQuran yang akan digunakan adalah AlQuran menurut sunah rasul, yaitu menurut apa yang diajarkan, diucapkan dan diamalkan oleh Muhammad SAW. Ada pula orang-orang yang mengamalkan dan menggunakan kalam Allah (AlQuran) untuk selain yang dicontohkan rasul, mereka menyalahgunakan AlQuran untuk hal-hal yang tidak berfaedah baik.

Apakah AlQuran bisa disalahgunakan? Bisa saja. Sama seperti Anda memiliki pena. Pena berguna untuk menulis, tapi Anda juga bisa menggunakannya untuk mencelakai orang bila digunakan untuk menusuk matanya, misalnya. Mungkin Anda juga bisa menggunakannya untuk mendzalimi orang dengan menuliskan sebuah fitnah tentang orang itu di atas kertas yang kemudian Anda sebarkan. Manfaat pena itu tergantung pada siapa Anda.

Untuk menyamakan persepsi dalam studi ini, ada dua pertanyaan yang harus kita jawab. Pertama, apakah pengertian din (agama) bagi Anda? Kedua, untuk apa Anda melaksanakan ajaran agama?Anda memiliki jawaban, saya pun punya jawaban. Pertama, dien adalah tata aturan hidup yang berasal dari Allah, yang menciptakan kehidupan. Kedua, dien dilaksanakan untuk kehidupan di dunia. Akhirat adalah hasil dari kehidupan dunia, akhirat adalah akibat dan dunia adalah sebab. Allah tidak menurunkan agama untuk dilaksanakan di akhirat, tetapi untuk dilaksanakan di dunia.
Jadi, pengajian bukanlah untuk kepentingan akhirat saja, tapi untuk mengkaji aturan dari Allah untuk menjalani hidup di dunia. Bagaimana dengan kehidupan saya di akhirat? Otomatis, yaitu akhirat adalah kehidupan yang secara otomatis, dengan sendirinya tercipta dari kehidupan di bumi. Artinya kehidupan di akhirat adalah cerminan dan efek dari kahidupan saya selama hidup di dunia. Sama halnya ketika saya bercermin melihat bayangan yang memantul di sana. Jika saya ingin merapikan tampilan rambutan saya di cermin, maka yang harus saya rapikan adalah rambut saya, bukan mengubah cermin, karena tidak mungkin. Tidak ada ikhtiar yang bisa dilakukan di akhirat. Akhirat adalah hasil akhir amal perbuatan di dunia. Karena itu, mempelajari AlQuran adalah kewajiban di dunia sebagai bekal hidup di dunia. Bagi saya bekal hidup di akhirat adalah hidup di bumi. Lalu bagaimana halnya dengan pahala? Bukankah pahala adalah bekal saya di akhirat?

Tahukah Anda tentang arti pahala? Pahala adalah sebuah kebaikan. Pahala adalah sebuah manfaat positif atas amal perbuatan. Pahala bukanlah sebuah perhitungan kuantitatif deretan angka-angka. Jika saya menjalani hidup di dunia dengan baik dan benar, maka dengan sendirinya kehidupan baik pula yang akan saya jalani di akhirat. Seperti layaknya orang bercermin. Apa yang ada pada diri saya, itulah yang nampak pada cermin. Saya belum pernah mati, begitu pula Anda. Keyakinan saya berasal dari pengerahan seluruh kemampuan saya untuk berpikir. Dan saya hidup dengan keyakinan tersebut.

AlQuran adalah qalam Allah kepada manusia yang berisi ajaran-ajaran dan petunjuk hidup. Apakah Alquran itu berbentuk sebuah kitab? Tidak selalu. Apakah jika ia ditulis di sebuah dinding maka ia bukan lagi AlQuran?
Di jaman rasul, Muhammad SAW, AlQuran belum berbentuk buku seperti sekarang. AlQuran masih ditulis dalam bentuk mushaf-mushaf yang terpisah-pisah.
Umat Islam diperintahkan untuk menghormati AlQuran. Apakah saya telah menghargai AlQuran? Menaruh AlQuran pada tempat yang tinggi, tempat yang indah, adalah baik. Tapi ada yang lebih layak dari itu semua, yaitu menaruh AlQuran di tempat yang benar. Di manakah? Di dalam setiap perbuatan saya. Itulah obsesi saya.
Menghormati AlQuran berarti menghormati ajaran Allah. Jika saya menghormati AlQuran dengan menghormati isi AlQuran dan melaksanakannya, sudah pasti saya pun menghormati AlQuran dalam bentuk wujudnya, kitabnya.

Studi ini adalah studi untuk memahami AlQuran menurut sunah rasul. Pemaknaan sesuai dengan tuntunan rasul Muhammad SAW. Sunah rasul ada dua bentuk, sunah qawliyah (perkataan) dan sunah fi’liyah (perbuatan).
Studi berarti belajar, yaitu kegiatan belajar untuk memahami, mengerti dan mengetahui. Studi AlQuran berarti belajar memahami, mengerti dan mengetahui AlQuran secara benar menurut sunah rasul.
Mengapa tidak digunakan istilah ‘pengajian’? Karena arti pengajian secara umum kini telah menyimpang dari arti harfiahnya. Pengajian berasal dari kata ‘kaji’ yaitu menelaah, membahas, mempelajari. Maka seharusnya pengajian AlQuran adalah sebuah kegiatan yang berupaya untuk mempelajari dan memahami tentang AlQuran. Namun yang saya temui dalam masyarakat, mengaji adalah kegiatan membaca, melantunkan, membunyikan, melafalkan huruf-huruf yang tertera dalam AlQuran. Dalam hal ini, pengertian membaca pun telah bergeser. Dalam kamus, membaca berarti kegiatan menangkap, memperoleh pengertian tentang hal yang tertera dalam bentuk serangkaian huruf menjadi sebuah pengertian dalam pikiran kita. Jika saya tidak mampu memperoleh sebuah pengertian tentang serangkaian huruf yang saya baca, maka benarkah bahwa saya ‘membaca’?

اِقْرَأْ bacalah adalah firman Allah yang pertama kali diterima Nabi Muhammad SAW. Ini adalah perintah bagi seluruh umat manusia. Manusia diperintahkan untuk membaca, membaca petunjuk Allah yang turun dalam bentuk alQuran. Sudahkah saya memenuhi perintahNya?
Banyak orang yang telah menjalankan perintah membaca alQuran. Namun sayangnya, pengertian ‘membaca’ mereka adalah pengertian ‘membaca’ tidak dalam arti sebenarnya. Pada umumnya banyak yang mengartikan membaca sebagai membunyikan huruf-huruf di dalam AlQuran tanpa memahaminya. Kegiatan membunyikan tulisan ini pun menjadi beragam bentuk, dengan nada-nada atau melodi tertentu. Hal ini tidak salah, namun belum sepenuhnya benar, karena tujuan membaca menjadi tidak tercapai. Yaitu memindahkan pengertian yang tertera pada hal tulisan yang dibaca ke dalam pengertian di benak si pembaca.

Mungkin ada sebagian orang yang ‘mengaji’ untuk mendapatkan pahala dari Allah. Entah dengan pemahaman atau tidak, orang-orang ini merasa telah melaksanakan perintah Allah agar membaca AlQuran. Mereka bertujuan mengharapkan pahala atas amal ibadah mengaji. Apakah mereka memperoleh manfaat dari itu? Apa yang mereka dapat? Jika Anda menjawab: pahala, maka: apakah tujuan dari kegiatan pengajian? Pemahaman atau pahala?
Sifat Studi AlQuran Kegiatan studi AlQuran ini memiliki sifat-sifat yang mendukung tercapainya tujuan mempelajari AlQuran, yaitu mengerti AlQuran secara benar. Berikut adalah sifat studi AlQuran:
1. Pribadi atau personal
Studi AlQuran bersifat pribadi. Artinya setiap orang yang melakukan studi AlQuran ini adalah orang yang mewakili dirinya sendiri. Ia sebagai individu, tidak mewakili golongan, kelompok, suku atau aliran tertentu. Ia melakukan studi AlQuran dalam kapasitas dirinya sebagai manusia beriman yang ingin memahami isi AlQuran. Jika nantinya, ia melakukan transfer tentang apa yang ia ketahui kepada orang lain, maka itu ia lakukan atas kesadaran mengamalkan ilmu. Sesuai hadits rasul, “Sampaikanlah walau hanya satu ayat”.
2. Komparatif
Studi ini bersifat komparatif, yaitu membandingkan kajian studi dengan standar AlQuran menurut sunah rasul. Pemaknaan AlQuran menurut sunah rasul selalu dijadikan standar kebenaran dalam studi ini. Karena Muhammad SAW adalah manusia yang paling memahami AlQuran.

Prinsip terlarang dalam studi: Dalam melakukan studi ini, ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Hal-hal terlarang ini akan menghambat tercapainya tujuan studi. Prinsip-prinsip yang tidak boleh dipakai dalam studi ini:

1. Tidak ada selain yang sudah diketahuiArtinya kita menutup diri dari pengetahuan-pengetahuan baru. Ini tidak boleh dilakukan. Di hari kemarin kita tidak mengetahui tentang sesuatu, di hari kemudian boleh jadi pengetahuan kita bertambah. Pengetahuan yang dimiliki manusia selalu bertambah, karena manusia dikaruniai akal. Dengan akalnya ia berusaha mencari kebenaran. Hanya Allah yang Maha tahu segalanya, manusia tidak mengetahui apapun kecuali yang Allah beri. Tugas manusia untuk mencari ilmu. Ini sudah menjadi tugas naluriah manusia. Manusia dikarunia sifat selalu ingin tahu. Jika kita tidak ingin berusaha untuk mencari ilmu, mungkin artinya kita sudah kehilangan sebagian naluri kita. Untuk itu prinsip yang benar dalam studi ini adalah “Selalu ada yang belum kita ketahui”.

2. Tidak benar selain yang sudah dikaji Dalam etika keilmuan, prinsip ini pun tidak boleh ada. Begitu pula dalam upaya studi ini. Tidak benar selain yang sudah dikaji, artinya kita tidak menerima rumusan baru, hasil kajian baru selain yang sudah ada. Prinsip ini tidak boleh ada dalam kegiatan kita melakukan studi AlQuran.
Pada masa Yunani kuno, orang-orang percaya bahwa bumi adalah pusat alam semesta, di mana matahari, bulan dan benda-benda langit lainnya berputar mengelilingi bumi. Ini dikenal dengan Geosentris, Aristoteles adalah penemunya. Kemudian, setelah lensa teleskop dan teropong ditemukan, di mana manusia bisa melihat benda-benda lebih jauh, muncul pengetahuan baru pada seorang manusia bernama Galileo Galilai. Ia berkata bahwa bumi bukanlah pusat alam semesta. Matahari adalah pusatnya, dikenal dengan teori Heliosentris. Bumi, bulan dan planet-planet lainnya berputar mengelilingi matahari. Pada saat itu orang-orang Yunani tidak mau menerimanya. Mereka beranggapan Aristoteles adalah benar dan tetap akan benar. Kepercayaan ini diperkuat oleh Injil yang menyatakan bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Saat itu dipercaya juga bahwa bumi berbentuk datar. Ketika itu dipercaya, jika kita mengarungi bumi sejauh-jauhnya, maka kita akan menemui ujung bumi dan akan terlempar ke bawah seperti terjatuh dari atas sebuah meja. Seiring dengan itu Galileo juga mengungkap tentang penemuannya pada hukum gerak jatuh bebas. Ia berkata bahwa benda berat dan benda ringan akan jatuh dengan sama cepat. Ini bertentangan dengan apa yang telah diungkapkan oleh Aristoteles. Menurutnya benda yang lebih berat akan jatuh terlebih dahulu dari benda yang lebih ringan. Orang-orang saat itu menganggap Aristoteles lah yang benar, karena menurut mereka ucapan Aristotelas lebih masuk akal. Benda berat tentu sampai di tanah lebih dulu dibanding benda ringan bila dijatuhkan dari atas. Saat ini percobaan ilmiah telah membuktikan bahwa Galilieo adalah benar dengan hukum gerak jatuh bebas. Semua benda akan tiba secara bersamaan bila dijatuhkan pada saat yang sama. Dan untuk benda-benda tertentu, seperti bulu ayam misalnya, akan jatuh lebih lambat dibandingkan besi misalnya. Hal ini karena ada resistensi udara yang menghalangi bulu ayam. Namun bila resistensi udara ditiadakan, kedua banda yang berbeda bobot ini akan tiba di tanah secara bersamaan. Hal ini telah dibuktikan pada ruang hampa udara.

Bayangkanlah, bagaimana jika berpegang pada prinsip Tidak benar selain yang sudah dikaji. Apa jadinya manusia sekarang? Kita akan tetap terkukung pada kebodohan tanpa ilmu. Tidak ada perkembangan peradaban. Karena adanya penemuan dari orang-orang yang berpikirlah, kita bisa berada dalam peradaban. Dan karena adanya sifat terbuka, mau menerima perubahanlah peradaban terus berkembang dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Karena itu, dalam melakukan studi ini, prinsip-prinsip yang menjerumuskan pada kebodohan ini harus ditinggalkan. Yang benar adalah “Selalu ada kebenaran yang belum kita kita ketahui”.

3. Tidak boleh ada selain yang sudah diakui/dikaji oleh umum Prinsip ini sama dengan dua prinsip sebelumnya. Orang yang memegang prinsip ini artinya ia tidak mau menerima hal-hal baru. Ia hanya mau menerima apa yang sudah diwariskan oleh pendahulunya. Prinsip ini tidak boleh ada dalam studi mempelajari alQuran. Ilmu Allah sangat luas dan ilmu manusia hanya setitik dibanding denganNya. Selalu ada hal yang belum diketahui,dipahami dan dikaji manusia. Pengetahuan manusia akan selalu bertambah selama ia berusaha mencarinya. Allah akan memberikan ilmuNya pada manusia selama ia berusaha mendapatkannya.

sumber: tulisan penulis berdasar materi studi Quran






38 komentar:

Anonim mengatakan...

Ibu Nurisah yang budiman,

Posting anda sangatlah membantu, karena blog anda menjadi salah satu input. Saya juga NGAJI ALQUR'AN MENURUT SUNNAH RASUL. Saya dulu juga pernah beberapa kali belajar BAHASA ke Pak Djamhari Maskat. Ini saya dan Ibu Ovie juga sedang asyik berdiskusi di salah satu forum, tapi saya masih pakai gaya 'preman' saya untuk sedikit 'sharing' pengalaman saya menyibak 'subyektivisme'. Semoga diskusi itu sedikit akan mengarah ke arah kesadaran akan NGAJI AL-QUR'AN MENURUT SUNNAH RASUL.

Salam dari rantau,
Al Toro
California

Ahmad Ghozali mengatakan...

wah, , ternyata Atudi Alqur'an menurut sunnah rasul udah sampe ke california ya... teruskan dakwah menurut sunnah rasul pak. . dan kita nantikan Qurun kedua Nabi Muhammad. . karna Muhammad adalah Zulqarnain Bukan??

Nurisah mengatakan...

untuk Ahmad Ghozali,
apa maksud anda bahwa Muhammad adalah Zulkarnain...?
tolong jelaskan.

Anonim mengatakan...

Satu pertanyaan.
Apakah Anda saat ini sedang IMAN Dengan Alquran Menurut Sunnah Rasul Anda? Yang ingin saya lihat adalah wujud kehidupan. Bukan wacana.

Nurisah mengatakan...

Mr. Anonim..
tentu saja kita semua membaca Quran untuk kehidupan kita pak..agar kehidupan kita menjadi lebih baik dengan akhlak yg lebih baik.
Bismillahirrahmanirrahim..

Anonim mengatakan...

Hati-hati Bu, Anda sudah HATTA TA'TIYAL HUMUMUL BAYYINAT !!! Blogg anda disediakan untuk kepentingan siapa ? Bangsa Indonesia tidak butuh ocehan-ocehan anda yang sok tahu dengan AL-QUR'AN MENURUT SUNAH RASUL. Jangan Anda seolah-olah lebih pintar dari yang menemukan ilmu ini !

Anonim mengatakan...

Satu hal lagi, ocehan anda di blogg ini adalah materi sisa-sisa laskar jalur khusus yang pernah ada dalam study AL-QUR'AN MENURUT SUNAH RASUL. Catat ! Jadi Anda bukanlah orang yang hebat dengan ocehan ini. Bangsa Indonesia tidak butuh filsuf-filsuf baru model Anda Bu ! Karena Bangsa-Ku tercinta ini hanya butuh SATU PILIHAN ILMU YANG BENAR (KHAIR) dan bukan hasil subyektifisme Anda dan lainnya, dalam persiapan tegaknya Kurun ke 2 kelak !

Nurisah mengatakan...

salamualaikum mr anonim,
saya bukan penemu ilmu ini, dan saya bukan filusuf..saya adalah seorang yg selalu ingin belajar.
semoga anda benar, mari kita berusaha dan berdoa agar Quran tegak kembali di bumi ini.

Anonim mengatakan...

Bu Nurisah, saya sangat appresiate dg keinginan anda yang selalu ingin belajar dan haus akan ilmu. Dan perlu saya tegaskan kembali, tidak ada yang benar di dunia ini..termasuk saya kecuali yang mau hidup mukmin. Yang benar hanya AL-QUR'AN MENURUT SUNAH RASUL. Tapi sekedar mengingatkan saja sesama anak bangsa tercinta ini(WATAWA SHAUBIL HAQ)...materi yang Ibu tampilkan di blogg ini adalah MATERI USANG dari segerombolan peserta studi yang tidak bertanggung jawab. Dan seharusnya materi ini sudah dimuseumkan saja !

Anonim mengatakan...

Assalamualaikum..
Saya Mirza,


Pak Anonim,
Siapapun yang mau hidup Dengan Quran, harus saling mengisi, dan mencari yang paling benar lewat dialog, apabila ada diantara kita sebagai peserta yang ngampring kata Pak Isa akan mental sendiri, sekear input pak kalau Quran sudah bermahkota dalam Hati pasti bicara juga Ilmu pak, gak hanya bisa menyalahkan orang, lebih Sami'na Wanjurna pak, mau dan berpikir, sami'na wa Ashaina.
Wasalamualikum,

untuk Ibu Nurisah salam kenal,
Saran saya bberdiskusi terus dengan peserta sebagai persiapan Rattil.

Anonim mengatakan...

Wah... Artikel diatas sungguh masuk akal dan ngena banget di hati.
Sebaiknya kita kenali dulu suatu hal dari pada mencemooh tanpa alasan yg logis.. Islam itu adalah ajaran yg masuk akal, jadi gak ada yg tabu/maya dalam ajaran islam. Saya jadi teringat dgn ajaran isa bugis yg di anggap sesat oleh masyarakat. Tapi ternyata setelah saya kenali dan pelajari, wah sungguh hebat sekali... Terasa sampai ke hati. Hehe.. Makanya jangan takut untuk belajar, jika kita ingin tahu sebuah kebenaran yg haqiqi.

Hadi Komara Purkoni, SS, M.MPd mengatakan...

BU, lebih banyak postingan lagi biar Quran ms Rasul ini menjadi lebih tersosialisasikan lagi, masyarakat menjadi tahu dan bersikap ilmiah, dan hapusnya stigma negatif. Maju terus...by Hadi di Cianjur.

RUDY HAMIDY mengatakan...

mbak nur..mohon izin..saya kutip postingan mbak buat bahan diskusi di group a fa laa ta'qiluun di face book :.... http://www.facebook.com/home.php?#/topic.php?uid=226422915154&topic=16094 :... terima kasih, wass rudy hamidy

Nurisah mengatakan...

silahkan pak rudy,alhamdulillah...terimakasih

Anonim mengatakan...

Bu Nur klu anda cinta Al Qur'an Msr ini hentikan dakwah anda di dunia maya ini...sadarkah anda telah masuk perangkap taktik dan strategi yahudi melalui internet ini...kecuali dg sadar anda berniat menghancurkannya..

Anonim mengatakan...

Assalamu'alaikum Pak Anonim yg membuat postingan baru pada 3 Januari 2010. Dakwah Al Qur'an MSR memang tidak diruang hampa,jangankan melalui media internet, hatta lewat media mulut saja kita sudah terdeteksi oleh alat penyadap canggih milik penjegal tegaknya AL QUR;AN MSR kurun kedua.apa yg sudah kita sarankan dan himbau kepada pembuat blog ini tidak mendapat respon yang baik, mari kita sudahi saja Pak. Kita balik kanan saja dan tidak usah lagi repot-repot mengingatkannya, biar saja Ilmu milik ALLAH SWT, mau disadap, mau dirujak atau dibuat gado-gado cap si anu, serahkan saja kepada yang punya.bagi yang masih mau hidup sadar, jangan lagi menampilkan postingan yg malah membuat principal ga keluar modal buat sponsorin dagangannya.sudahi..mari kita fokus saja study dan rattil dengan benar guna menyongsong AJALUN dan mudah-mudahan sampai ke kurun kedua.amin

Nurisah mengatakan...

untuk saudara2 sekalian, saya tegaskan SAYA TIDAK PERNAH MEMAKAI BENDERA APAPUN, TERMASUK MENGKLAIN SBG BLOG STUDI QURAN MENURUT SUNAH RASUL.

CAKRAWALA INDONESIA mengatakan...

Kepada semua yang lagi berdiskusi disini, saya ingin mengutarakan sedikit yang terlintas dikepala saya setelah membaca semua postingan sebelumnya. Pertama bagi yg menghawatirkan dakwah ini diketahui oleh dunia, bukankah memang seharusnya keobjektivan Ilmu Allah itu dikumandangkan kesepenjuru dunia? bahkan Nabi Muhammad pun tidak gentar berhadapan dengan Qurays khususnya, bangsa2 dijazirah arab dan dunia umumnya dalam menyampaikan dakwahnya. Begitu Rasul dan Nabi-Nabi sebelumnya.
yang kedua, siapapun tidak berhak mengklaim bahwa Ilmu Allah itu milik seseorang. Semua sama dalam hak mengetahuinya. Dengan tanpa mengurangi rasa hormat saya pada semua yang ada di forum ini, itulah yang terlintas, semoga kita dengan Ilmu Allah ini bisa menjadi saudara seIman. Amiiin...

Mr.dick mengatakan...

Assalamu'alaikum smuanya..
saya alumni dari proklamasi bogor, walaupun skolah itu sdah d tutup, tp smangat para alumni untuk menghadapi qurun k-2 sangatlah tinggi. mudah-mudahan qurun k-2 menjelma dan tegak di bumi persada Indonesia tercinta. amiin....

imamgoblog mengatakan...

Ibu Nurisah yth., Postingan Ibu Nurisah itu kalau dilihat berbicara Alquran Menurut Sunnah Rasul, Tapi setelah di baca banyak sekali olahan atau ra'yu pribadi, untuk ini artikel atau pstingan Bu Nurisah ini bisa dinamakan artikel campursari tidak menunjukkan keasliannya Alquran MSR, sudah tidak standar Alquran MSR lagi, kalau mengutip dari yang aseli maka mohon dikatakan bahwa anda "mengutip" untuk menunjukkan intelektual honesty nya atau kejujuran intelektual anda.
Itikad dan Niat (Strategi) baik harus diikuti dengan cara (Taktik) yang baik juga. terimakasih

Anonim mengatakan...

Lucu...Lucu... Banget sama-sama pengikut Isa Bugis berdebat dan sama-sama mengklaim pengikut Al-Qur'an Menurut Sunnah Rasul... Dimana Kehidupan Jannahnya hehehe....

Anonim mengatakan...

Bener dah...
Sesama pengikut isa bugis pada beranteem... ck ck ck
sampe kiamat juga bakalan ga nyampe dong kurun waktu ke dua... hihi..
lucu2x ya...

nb: buat ibu/saudari/bpk/saudara NurIsah..

kalo salah maap ya..
Nurisah ->
Nur -> Bahasa yang dipakai dalam Al'quran.. (di qsmr kan Alquran bukan bahasa arab bo!)
Isa -> Pendiri QSMR yang nyeleneh!!

Terakhir...
Buat para jamaah Qsmr.. coba anda2x berguru atau belajar Islam dari beberapa sumber lainnya..jangan hanya dari satu sumber saja.. Baca juga Terjemahan Al_quran yang telah diterbitkan oleh Departemen Agama.. Mengaji lah di berbagai tempat juga...
^_^

Anonim mengatakan...

Fakta Mukjizat Nabi Musa
Masih ingatkah teman-teman dengan kisah mukjizat Nabi Musa yang membelah laut merah dengan tongkatnya?Jika salah satu diantara teman-teman yang menganggap kisah tersebut hanya merupakan dongeng belaka,sekarang mari kita simak tulisan yang Di uraikan dibawah ini.

Seorang Arkeolog bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 silam mengklaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah.
Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam dilautan tsb saat digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.



Menurut pengakuannya,selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.
Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa2 tulang belulang itu merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Pharaoh yang tenggelam di laut Merah.

Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan,memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam,dimana menurut sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.





Selain itu,ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan,yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang,sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas.
Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka.
Diantara beberapa bangkai kereta tadi,ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas.Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.
click pada gambar untuk diperbesar



Sekarang mari kita perhatikan gambar diatas,
Pada bagian peta yang aq lingkari (lingkaran merah),menurut para ahli kira-kira disitulah lokasi dimana Nabi Musa bersama para kaumnya menyebrangi laut Merah. Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba.
Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab.
Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter.
Kemiringan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat.
Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter.Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter.

Dapatkah kita membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).

Menurut sebuah perhitungan, diperkirakan diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter.
Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin,menurut beberapa perhitungan,setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam!!!sungguh luar biasa,Allah Maha Besar.

Nurisah mengatakan...

terima kasih atas informasi fakta ttg Nabi Musa, ini menambah keyakinan setiap orang akan kebenaran Quran

Anonim mengatakan...

Sama2x ibu Nurisah...
Fakta nabi Musa hanyalah salah satu contoh buat kita..
Allah Maha pencipta, jadi apa sulitnya bagi Nya untuk menciptakan atau menghancurkan dengan cara2x yang tidak masuk di akal dan logika kita sebagai manusia belaka..

^_^

Semoga bermanfaat bagi kita semua..
Amin..

Anonim mengatakan...

Seseorang boleh menafsirkan Al Quran dengan akal pikirannya dengan syarat memenuhi ketetntuan-ketentuan berikut:

1. Memahami kaidah bahasa Arab dengan baik, agar dapat memahami makna dengan sejelas-jelasnya.
2. Tidak boleh menyelisihi dasar yang diterima oleh Rasulullah saw (Sunnah Rasul) dan ijma’ ulama shahabat.
3. Tidak boleh fanatik terhadap madzhab tertentu, sehingga ia membelokkan maksud Al Quran sesuai dengan mazhab yang dianut.
4. Memahami sebab-sebab turunnya ayat serta konteks ayat ketika diturunkannya.

CARA PENAFSIRAN YANG TERBAIK

Jika ada yang bertanya bagaiamana cara penafsiran Al Quran yang terbaik, jawabannya ialah :

1. Sebaik-baik cara penafsiran ayat adalah menafsirkan ayat dengan ayat Al Quran, sebab ada kalanya yang disingkat pada suatu ayat dipeinci atau diperjelas pada ayat yang lain, tetapi jika tidak mendapat pengertian dari ayat. Maka kembalilah kepada sunnah Rasulullah saw. Sebab sunnah Rasul itulah yang menerangkan Al Quran dan menjelaskannya. Sebagaimana firman Allah swt :

“Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS. An Nahl: 64)

Dan sunnah Rasul juga merupakan wahyu yang diturunkan Allah swt kepada Nabi Muhammad saw, hanya saja posisi yang membedakannya. Firman Allah:

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An Najm:3-4)

Oleh sebab itulah Rasulullah saw bersabda:

“Ingatlah sesungguhnya aku telah diberi Al Quran dan yang serupa dengan Al Quran, di samping Al Quran (Sunnah Rasul).”
2. Mengikuti tafsiran para shahabat Rasulullah saw. Yakni jika tidak mendapatkan tafsiran ayat didalam Al Quran, ayat dengan ayat dan ayat dengan hadits, maka sebaik-baik cara ialah mengikut penafsiran para shahabat nabi saw. Dan di antara ulama shahabat ialah Abdullah bin Abbas yang telah didoakan oleh nabi saw.

“Ya Allah Pandaikan ia dalam agama dan ajarkan kepadanya ilmu tafsir.”

Di antara perkataan beliau ialah bahwa Al Quran diturunkan meliputi empat hal:
1. Halal dan Haram yang tidak akan dimaafkan orang yang tidak mengethauinya.
2. Bagian yang dapat ditafsirkan oleh semua orang yang mengerti bahasa Arab.
3. Bagian yang hanya ditafsirkan oleh para ulama.
4. Yang mutasyabih yang tiada seorangpun yang mengetahuinya kecuali Allah swt.
3. Adapun menafsirkan Al Quran dengan pendapat akal pikiran karena sudah mengerti bahasa arab saja, maka hukumnya haram.
1. Karena Ibnu Abbas berkata nabi Muhammad saw bersabda.

“Barangsiapa yang mengartikan Al Quran hanya dengan pendapatnya atau dengan dasar yang ia tidak mengetahuinya, maka tempatnya adalah neraka.” (HR. Tirmidzi, An Nasai)
2. Dari Jundab ra berkata: Rasulullah saw bersabda:

“Siapa yang mengartikan ayat Al Quran semata-mata dengan pendapatnya. Maka ia telah bersalah.” (HR. Ibnu Jarir)

“Barangsiapa yang berpendapat mengenai ayat Allah hanya semata-mata akal pikiran, lalu kebetulan benar maka itu pun salah.” (At Tirmidzi, Abu Dawud dan An Nasai)

Anonim mengatakan...

hahaha Kentut Yahudi ..............

Anonim mengatakan...

Daripada kentutnya si Isa Bugis.. hahaha..

Anonim mengatakan...

teman-teman sekalian belajar itu perlu...dan wajib dengan tujuan menambah ilmu bukan dengan tujuan mau paling bener... Satu Hal yang paling saya sayangkan bagi jama'an AQMSR adalah ketika menemui pendapat yang berbeda mereka langsung mengatakan YAHUDI....yang dalam hal ini adalah Zulumat atau paling tidak langsung diberi label "SYIRIK" alias pengaduk-aduk tanpa mau membuka diri untuk sama-sama memohon kepada Allah agar diluruskan atas segala macam persoalan. Sehingga refleknya bagi pengikut Jama'ah AQMSR sendiri dikatakan sesat oleh Jama'ah lain yang juga tidak pernah membuka diri dalam setiap permasalahan. Siapa yang berani Jamin kelompok ini dan itu benar?? AQMSR = ALQUR'AN dan SUNNAH adalah sama saja. "ITU PASTI BENAR KARENA ALLAH PEMBUATNYA" cuma apakah Isa Bugis atau Mufassir yang hanya manusia ini yang membuat segala macam teori atas nama AQMS / ALQUR'AN dan HADIST ini terlepas dari salah dan khilaf????

itu yang musti kita fikirkan. Karena berlindung dibalik AL-Qur'an dan Sunnah atau Al-Qur'an Menurut Sunnah Rasul adalah perlindungan secara ocehan saja sementara belum tentu setiap saat meminta kepada Allah agar diluruskan dalam setiap memulai sesuatu apapun....

Ingat-ingat jangan coba-coba pakai Qur'an dan Hadist (AQMSR) sekedar untuk mengatakan sesama Muslim sebagai Antek YAHUDI atau sebaliknya Sesat/KAFIR dan SYIRIK..

Minta Sama Allah.....Minta sama Allah....

Anonim mengatakan...

Setujuu ama yang di sodara/sodari yang di atas!! ^_^

Anonim mengatakan...

Menyambung posting CAKRAWALA INDONESIA pada: 8 Januari 2010 14:00
Ada sedikit pertanyaan kepada anda dan Ibu/Bpk.Nurisah

Dalam tulisan sebelumnay tertulis begini :

Tertundanya Turunnya Quran selama 3 tahunAwal turunnya wahyu risali pada tanggal 27 Rajab, 13 tahun sebelum hijrah (609 M). Namun turunnya Quran sebagai kitab samawi, pernah tertunda selama 3 tahun. Ketertundaan ini disebut Fathrah. Ketika berada dalam rentang waktu itu, rasulullah menjalankan dakwahnya secara diam-diam hingga ayat ini diturunkan, Maka sampaikanlah secara terang-terangan segala yang diperintahkan (kepadamu) (QS alHijr:94).

Mengapa Alquran ditunda turunya...?
Dan mengapa kok ditunda...?

Karena memang masa saat itu belum memungkinkan untuk menyebarkan Islam secara Umum bukan berarti menyembunyikan keobjektivan Ilmu Allah.
Bila Anda dan Ibu/Bpk. Nurisah masih ragu tentang yang saya utarakan.
mari kita tinjau secara Obyektif.
Bukan kah tulisan anda malah mengundang pertikaian antara sesama "Study QMSR", perdebatan yang seharusnya tidak terjadi antara sesama orang yang sedang mencari kebenaran.
Dari situ dapat disimpulkan bahwa memang dunia & Zaman saat ini belum mau menerima dengan sadar hati dan sadar diri.
Nanti saat mereka telah jenuh dengan kehidupan yang amburadul ini. Barulah kebenaran bisa ditegakkan.
Begitu janji Rosul mengenai Tegaknya Kurun Kedua.

Salam,
Pengelana

Nurisah mengatakan...

untuk sang pengelana,
terimakasih, saya pikir anda benar tentang kecenderungan manusia untuk bertikai, saya harap saya tidak seperti itu.
Saya perempuan asli pak, hehehe..ibu rumah tangga dg satu anak (masih bayi)

Anonim mengatakan...

tolong blokir blog ini demi kebaikan bersama thx

Anonim mengatakan...

salaam.
perkenalkan saya shofia...
saya juga sedang study al quran menurut sunnah Rasul, bersama Bapak Khamil Natsir (Alm), kakak saya dan pak Khamil pernh bertemu dengan pak Isa.
boleh saya tahu ibu berasal dari mana?

Anonim mengatakan...

saya dulu pernah belajar AMSR ini waktu sma dan sampai sekarang masih menjadi buah pemikiran untuk selalu mengkaji al-qur'an ms rasul ini , bagaimana memahaminya menjadi panduan hidup......, memang dikala Qur'an dibuka tabir rahasia yg sesungguhnya adanya yang merasa terusik periuk hidupnya, harga dirinya, berbalik merasadirnya benar dan menuduh diri orang tidak benar, padahal dirinya menyakatakan menyalahkan orang itu tidak benar..., kalau berdasarkan benar dan tidak benarnya berdasarkan al-qur'an oke aja deh....., yok kita bongkar al-qur'an ini....sama-sama...

Anonim mengatakan...

sdr al toro. sy kagum dg anda, terjemahan sdr banyak membantu sy studi ttg yahudi, hatur nuhun

Wawan Setiawan mengatakan...

Sebelum mengenal Studi AQMSR saya sama dengan anak2 lainnya yaitu mengaji di madrasah baik yang NU atau Muhammadiyyah. Hingga saya kenal dengan Studi AQMSR melalui kakak Saya dan Materi yang telah disampaikan masih melekat dan menghiasi pemikiran saya.

Namun demikian saya juga mengikuti kajian-kajian lainnya tidak berhenti pada Studi AQMSR, bahkan saya juga mengambil kuliah ekonomi syariah.

Baik yang menjelekkan AQMSR maupun yang mantap dengan AQMSR keduanya tidak luput dari kekhilapan jikalau setiap diri merasa benar terhadap apa yang ditanggapinya. Bahkan sesama yang pernah studi AQMSR juga saling menyalahi.

Intinya selama orang MERASA BENAR, maka ia TIDAK AKAN PERNAH MENCARI YANG BENAR (dan ini sangat bahaya).

Biarkan orang lain menyalahkan apa yang kita yakini, tapi jangan sampai kita sama dengan orang tersebut yaitu menyalahkan orang lain juga.

Saat ini sosok Pribadi Rasulullah tidak hadir, sehingga perbedaan penafsiran akan terus ada tiada henti....

Silahkan kembali ke Al-Qur'an wa Sunnatur Rasul dan berhentilah menyalahkan orang lain, tapi Faqtuluu anfusakum wa ahlikum naaraan, dan buanglah sifat KEPALA BATU yang merasa diri paling benar.

syajarotun nuqud mengatakan...

semua ilmu bagus kalo tanpa ridho allah tidak akan bagus semua manusia mesti belajar ilmu yang sudah ada di pelajari seperti tarekat marifat syareat tasawuf aqidah ahlaq fiqih dan alquran dan hadist yang di sebut sunah itu adalah kunci menuju allah apabila tidak mengikuti sunah nabi muhammad saw tidak mempunyai kunci maka kuncinya ada di ibadah sholat pelajari ilmu2 fiqih dan yang lainnya biar tau tentang sholat apa itu sifat sholat? apa itu kaifiat sholat? apa itu cara sholat? belajarlah kepada para ulama2 ustadz atau kiyai jangan hanya kepada satu sisi ilmu bahasa belajarlah paham ahlu sunnah waljamaah seperti NU saya yakin ajaran pak isa bugis pun mempunyai bahasa tersendiri mengedepankan logika akal bukan yakin akan kebesaran dan ridho allah dia merombak bahasa sedemikian rupa anda coba pelajari tentang sejarah kembali dengan sitem pembuktian purbakala seperti sains quran K.H FAHMI BAHSYA jngan hanya benar sendiri dan kesombongan sendiri

PERHATIAN

MAAF BLOG SEDANG DALAM PERBAIKAN, ISINYA TIDAK DIJAMIN BENAR

Cari aja disini..

Google
 

Sign by Dealighted - Coupons and Deals





Arsip Blog

Bertanyalah

Siapakah Anda? Di manakah Anda? Apa yang Anda lakukan sekarang? Untuk apa Anda hidup? Bagaimana Anda menjalani hidup? Mengapa Anda melakukannya? Darimanakah Anda? Kemanakah Anda akan pergi?



Pembaca