Rabu, 23 April 2008

Manakah yang lebih cepat?

Malaikat konon bisa bergerak secepat cahaya. Adakah yang lebih cepat dari cahaya? Mari kita telusuri.....

تعرج الملئكة والروح اليه في يوم كان مقداره خمسين الف سنة
Al Ma’aarij:4 Para malaikat dan ruh-ruh naik kepadaNya dalam sehari kadarnya 50 ribu tahun (dalam ukuran manusia).

Malaikat dikatakan dalam Quran sebagai sejenis cahaya, sehingga diasumsikan bahwa malaikat memiliki kecepatan cahaya, yaitu 300000 meter per detik. Dan di ayat di atas disebutkan juga bahwa waktu tempuh malaikat menuju Asrya Allah adalah sehari atau 50 ribu hari manusia. Jika dirumuskan:
Tm = Waktu tempuh malaikat menuju Arsy
Vm = kecepatan malaikat = kecepatan cahaya = 300000 meter / detik
S = Jarak dari bumi menuju Arsy Allah
1 Tm = 50 000 To
Vm = C = 300000 meter/detik
Lalu berapakah jarak dari bumi menuju Arsy Allah?

Bisa kita telusuri, kecepatan adalah jarak per waktu, yaitu:
Vm = S / Tm
300000 meter/detik = S / 50 ribu tahun
300000 meter/detik = S / 1576800 juta detik, maka :
S = 300000 m/detik x 1576800 juta detik = 473040000000 juta meter = 473040000 juta km = 473040 milyar km

Jadi, diperkirakan jarak bumi menuju Arsy Allah adalah sejauh 473040 milyar juta km.
Lalu pada ayat lainnya difirmankan:

يدبرالامرمن اسماءالى الارض ثم يعرج اليه في يوم كان مقداره الف سنة مماتعدون
As Sajdah (32: 5) Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian naik (kembali) kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut hitungan kamu.

Jika perjalanan pulang pergi dari bumi menuju Arsy ditempuh dalam waktu seribu tahun, maka jarak dari bumi Arsy Allah ditempuh dalam 500 tahun. Lalu berapakah kecepatan urusan tersebut? Mari kita telusuri:
Vi = Kecepatan urusan atau informasi tentang bumi
Ti = waktu tempuh urusan bumi = ½ x 1000 tahun = 500 tahun
S = Jarak dari bumi menuju Arsy Allah (telah diketahui dari penelusuran ayat Al Ma’aarij:4) = 473040 milyar km
Lalu,
Berapakah Vi?
Vi = S / Ti = 473040 milyar km / 500 tahun
= 473040 milyar km / 15768000000 detik = 30000 km/detik
Atau = 30 juta meter/detik
Jadi, kecepatan naiknya urusan dari bumi menuju Arsy Allah adalah:
30 juta meter / detik atau 100 kali lebih cepat dari kecepatan cahaya atau malaikat (300000 meter/detik)
Diasumsikan, urusan atau informasi tentang bumi menuju Arsy Allah dibawa oleh malaikat-malaikat-Nya. Sehingga, artinya malaikat mampu bergerak 100 kali lebih cepat dari kemampuan alaminya (kecepatan cahaya)
Mari kita bandingkan dengan kemampuan manusia. Berapa kalikah manusia mampu mencapai kecepatan maksimalnya dibanding kecepatan alaminya?
Kecepatan alami manusia adalah kecepatan manusia tanpa media, sarana atau alat apapun selain tubuh manusia itu sendiri. Mari kita lihat berapakah kecepatan sprinter (pelari) tercepat di dunia. Secara rata-rata, kecepatan lari manusia maksimalnya adalah 10 meter per detik.
Sekarang mari kita lihat berapa kecepatan yang mampu dicapai manusia dengan teknologi yang diciptakan manusia. Dimulai dari kecepatan terendah, misalnya teknologi mobil butut, yaitu 50 km/jam atau 13,89 m/detik.
Di sini saja, manusia sudah bisa berkecepatan hampir satu setengah kali (1 ½ kali) dari kecepatan alaminya.
Dan mari kita lihat teknologi lainnya, misalnya kereta. Yaitu kereta dengan kecepatan 400km/jam atau 111,11 m/detik. Di sini manusia sudah mampu berkecapatan lebih dari 10 kali lipat dari kecepatan alaminya.
Lalu bagaimana jika kita hitung kecepatan manusia dengan sarana transportasi seperti kereta listrik, pesawat terbang, pesawat tempur atau bahkan pesawat antariksa?
Kecepatan pesawat antariksa adalah
Berapakah kecepatan yang bisa dicapai manusia dibandingkan dengan kecepatan alaminya? Saat ini manusia mampu merancang pesawat untuk melesat membelah langit dengen kecepatan lebih dari 19.000 mil per jam. Inilah kecepatan yang mampu dicapai manusia saat ini dengan bantuan akalnya (teknologi).
Bandingkan dengan kecepatan yang mampu ditempuh oleh malaikat berbanding dengan kecepatan alaminya. Malaikat mampu 100 kali lebih cepat dari kecepatannya (alami) sendiri. Dan manusia mampu ratusan kali lebih cepat dari kecepatan alaminya.

واذ قلناللملئكة اسجدوالادم فسجدواالاابليس قال ءاسجدلمن خلقت طينا
Al Isra (17:61) Dan ketika Kami berkata pada kepada malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam”. Maka sujudlah mereka kecuali Iblis, ia berkata, “Apakah aku akan sujud kepada yang Engkau jadikan dari tanah?”.
Dari perhitungan di atas, perintah Allah kepada malaikat untuk sujud kepada manusia adalah tidak berlebihan. Kemampuan ini yang menjadikan manusia diberi tanggung jawab untuk menjadi khalifah bagi alam semesta ini.

Tapi jangan sombong, nanti jadi seperti IBLIS....

sumber: tulisan penulis

1 komentar:

syajarotun nuqud mengatakan...

ass bagaimana anak kecil yang sudah tahfidz quran tidak ada guru dan ustad dan kiayai untuk tentang isra miraj dan roda gigi sholat anda liat di youtube sains quran dengan k.h fahmi bahsya

PERHATIAN

MAAF BLOG SEDANG DALAM PERBAIKAN, ISINYA TIDAK DIJAMIN BENAR

Cari aja disini..

Google
 

Sign by Dealighted - Coupons and Deals





Arsip Blog

Bertanyalah

Siapakah Anda? Di manakah Anda? Apa yang Anda lakukan sekarang? Untuk apa Anda hidup? Bagaimana Anda menjalani hidup? Mengapa Anda melakukannya? Darimanakah Anda? Kemanakah Anda akan pergi?



Pembaca